Nilai Tidak Keluar ??? ini SOP nya doseNdeso..

Sabtu, 30 Maret 2013


Menyikapi seringnya mahasiswa yang komplain karena nilainya yang tidak keluar di hasil nilai sementara yang ada di prodi, banyak nilai kosong, karena itu doseNdeso sedikit share tentang sebenarnya bagaiamana sih sistematika atau SOP nya untuk proses nilai dari dosen, ke prodi, dan akhirnya sampai di mahasiswa.

berikut SOP nya digambarkan oleh gambar berikut.
(SOP ini belum, atau bahkan tidak disetujui oleh prodi :P . Ini SOP untuk perkuliahan yang doseNdeso Ampu)



Dari gambar diatas, setelah memproses kegiatan belajar mengajar selama 1 semester, Nilai kelas atau mata kuliah yang diampu oleh seorang dosen akan diserahkan kepada Admin Prodi, yang untuk selanjutnya Admin yang akan menginputkan nilai itu kedalam sistem. Setelah itu, Admin akan mencetak dan yang selanjutnya bisa mahasiswa lihat untuk nilai-nilai yang ada.

Seringkali kita temui kasus dimana nilai mahasiswa yang nilainya kosong atau tidak keluar. Dan kelirunya mahasiswa akan langsung menghubungi dosen pengampu untuk mata kuliah itu. Perhatikan skali lagi gambar diatas, dari sana terlihat bahwa proses berjalannya nilai kurang lebih seperti ini,
Dosen -> Nilai dari Dosen -> Admin -> Admin input data -> Publish -> mahasiswa mengetahui nilainya

Naahhh… jadi kalau ada sesuatu yang mungkin ada yang terlihat salah, jangan langsung lompat dan melihat dari posisi Dosen, harus diurut mundur dulu setelah mahasiswa mengetahui bahwa ternyata ada nilainya yang tidak keluar, konfirmasi dulu ke admin, mungkin memang belum dimasukkan dan supaya dilakukan pengecekan terkait tidak keluarnya nilai, atau bisa juga meminta untuk bisa melihat form atau nilai yang telah diserahkan oleh dosen, Arsip ada di Prodi kq, di sana akan ketahuan, nilainya memang tidak keluar karena kesalahan dosen yang tidak menyetorkan mahasiswa terkait atau tidak, jika ternyata di Dalam nilai yang diserahkan dosen nilai mahasiswa tersebut ada, maka nilai kemungkinan besar belum diinputkan.
Kalau itu terjadi, sudah ga usah bingung, galau, truss salto – salto sambil bilang WOW gt :P
Cukup sabar saja, Admin juga butuh proses untuk penginputan data, karena terbatasnya jumlah dan tenaga admin, dan banyaknya data nilai mahasiswa yang harus ditangani.

Paling tidak itu gambaran kasar untuk proses apabila kalian mengalami kejadian nilai kalian tidak muncul saat melihat list nilai yang ada di prodi. Meskipun kadang masalah memang ada di pihak dosen, mungkin beliau lupa, ada beberapa nama yang keselip, atau yg lebih parah memang nilainya belum dikumpulkan.

Jadi yang harus dilakukan saat nilai tidak keluar:
  1. 1Konfirmasi ke Admin Prode terkait masalah tersebut, mohon penjelasan apakah mungkin memang belum diinputkan atau apa.
  2. Jika blm jelas, minta lihat data yang ada di computer TU terkait data nilai.
  3. Kurang puas?? Masih belum ada keterangan yang jelas?? Minta perlihatkan kertas yang disetorkan oleh dosen untuk mata kuliah terkait, lihat di sana, apakah nilai ente emang tidak ada. Jika ada, masalah ada di penginputan data, jika tidak ada maka masalah ada di pihak Dosennya.
  4. Jika masalah memang sudah jelas dari pihak Dosen, baru silahkan konfirmasi ke beliaunya

Jadi tolong perhatikan alur yang supaya kita sama – sama enak.
Semoga tulisan singkat ini bisa mermanfaat
^_^

Tak Ada Hal Sekecil Apapun yang Terjadi karena Kebetulan

Jumat, 29 Maret 2013



Aku dulu orangnya mikiran, apapun itu, sering kali saat sendiri aq telalu memikirkannya. Entah itu hal yang baik ataupun buruk, entah itu yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi.Dulu si doseNdeso ini pernah galau gara-gara cewek ( itu dulu lo ya, kalo sekarang cwek ga mungkin bikin aq galau, klo cowok mungkin :P ) dan saat itu aq takut akan kesendirian, karena saat sendiri, aq pasti galau memikirkannya. Terimakasih kepada temanku yang menjadi obat galauku saat itu.

               
Pada saat yang sama, ada cewek yang ndeketin aq, elek2 gini doseNdeso ni banyak yang ngejar lo (utangnya di mana-mana soalnya). Buanyak banget hal-hal yang dia hubung-hubungkan denganku. Menurut ceritanya, dia dulu pernah bermimpi, aq sedikit lupa detailnya, di mimpinya ada sinar yang menghangatkan dan menentramkan, dia bilang dia baru ngerti artinya, itu FAJAR!!! (sesuai namaku). Saat itu HPku ada gantungan yang ada huruf “O”nya, di HPnya cewek itu juga ada gantungan dengan huruf yang sama, sama-sama “O”nya. Dan masih banyak hal lagi yang menurutnya ini bukanlah suatu kebetulan, saat itu dia bertanya padaku tentang suatu statemen, yang sampai saat ini itu yang jadi filosofi hidupku, dan pernyataan ini juga yang membuatku bisa move on dan sampai sperti saat ini, 

“Tak Ada Hal Sekecil Apapun yang Terjadi karena Kebetulan"
~Harun Yahya~
                
Ya, tak ada hal skecil apapun yang terjadi karena sebuah kebetulan, apapun yang sudah terjadi di dunia ini tak akan pernah terjadi tanpa seijin Allah SWT. Bahkan daun yang jatuh pun tak akan pernah jatuh tanpa seijinNya. Semuanya pasti terjadi dengan ijin Allah, Apapun itu!!! Dari hal enak sampai yang ga enak, dari yang menurutmu itu tak pantas buatmu, yang membuatmu protes kepadaNya. Memang Allah ga bisa menggagalkannya? Ga bisamembuatmu tidak menjalaninya? BISA!!! Tapi skali lagi Allah mengijinkan hal itu terjadi padamu, karena Dia yakin kamu mampu menjalani itu, bahkan mungkin memang cuma kamu yang mampu menjalani itu, entah itu untuk mengetesmu, meningkatkan imanmu atau apapun itu. Kalau Allah saja yakin kepadamu, kenapa kamu sendiri gay akin ma dirimu sendiri?

                Kalimat itu mengajarkanku apa itu Ikhlas, hal yang dulu aq pikirkan saat galau, saat itu aku cm berpikir, “Allah sedang mengajarkanku ilmu Ikhlas”. Dan benar, tak ada hal yang kebetulan, termasuk pertemuanku dengan cwek yang memberikan statemen itu, kenapa aku ada masalah dengan cwek sebelumnya, dll. Uang ataupun barang yang hilang kini pun kita tak lagi aku ratapi, kenapa? Skali lagi itu ga mungkin terjadi karena seijinNya, aq mau menangis, meratapi, gulung-gulung atau apapun, juga ga akan mengembalikan uangku atau barangku yang hilang itu kan?

Statemen itu, yang membuatku percaya pada kemampuan diriku. Dulu aq pernah ikut program CO-Op Telkom, saat itu aku dapat tugas yang menurutku aq kurang bisa, aq juga kurang menguasai tentang hal yang ada di sana, sempat saat itu berpikir untuk keluar dan mengundurkan diri. Namun skali lagi Allah mengingatkanku dengan caraNya yang kadang tak terduga. Aq lolos untuk mengikuti program itu, aq yakin pasti juga atas ijin dariNya, bisa saja Allah membuat orang lain yang lolos, dan aq ga lolos, itu hal yang mudah, bahkan suangat mudah bagiNya. Tapi enggak, DIa memilihku, dan pasti ini bukan kebetulan aq lolos, jadi aku pasti bisa!! Dan Alhamdulillah 3 bulan aq menjalani program Co-Op Telkom dengan lancar.


Aq bertemu dengan seseorang, mengajar di Kampus UNP sekarang, bertemu dengan mahasiswa dan sebagainya, termasuk anda membaca tulisan ini sekarang, bukanlah sebuah kebetulan, pasti ada maksud di dalamnya, pasti ini semua ada bagian kecil dari rencanaNya yang indah untk kita semua.Dan percayalah, semau pasti akan indah pada waktunya. Dan Allah ga akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambaNya. Kalau Allah aja percaya ma kamu, ga ada alas an buatmu tuk meragukan dirimu..



Perbaikan Nilai ??? TIDAK!!!!

Rabu, 06 Maret 2013

gambar dari http://mhafidzru.blogspot.com
Seringkali di akhir perkuliahan, setelah nilai keluar, akan banyak mahasiswa yang nilainya (menurut dia) Jelek, akan berbondong-bondong, menggebu-gebu menghubungi kita (dosen) untuk meminta konfirmasi atau perbaikan nilai. Mereka hanya berpikir kalau nilainya jelek, tanpa berpikir apakan mereka pantas mendapatkan nilai itu atau tidak. Kalau memang selama ini merasa selalu masuk, mengikuti perkuliahan, tugas selalu mengumpulkan dengan benar, merasa bisa, UTS/UAS juga ikut, tetapi nilai yang keluar jelek, atau bahkan tidak lulus, seorang mahasiswa WAJIB menghubungi dosen terkait untuk konfirmasi tentang hal itu, karena mungkin untuk kasus tersebut kesalahan ada di pihak dosen atau admin yang memasukkan nilai.

Tapi bila mahasiswa itu sering tidak masuk, tugas banyak yang kosong, tidak paham, nilai memang jelek dan efeknya nilai akhirnya jelek, mau konfirmasi?? jelas tidak, yang dia ajukan pasti meminta perbaikan nilai. Dengan menunjukkan niat baik mereka, keseriusan mereka, dll. Tapi yang jadi pertanyaan, kemana saja selama ini?? mana niatmu selama ini?? kenapa saat sudah keluar nilai jelek, baru menunjukkan niatmu??

Di kampusku, ada yang namanya semester pendek, dengan mereka yang nilainya D atau C bisa mengikutinya, dan dulu biayanya sangat murah, hanya 25rb/sks. Dan SP menurut mahasiswa, sangat ironis, mereka melihatnya hanya sekedar membayar, SP, dan nilai akan jadi baik. Efeknya?? ane pernah menjaga UAS, dan saat itu ada mahasiswa yang tidak bisa mengerjakan dan mengumpulkan lembar jawabannya sambil bilang, "Weess.. SP ae,, duwe duwe' koq" (sudaah,, SP aja, punya uang kq).
ckckckc,,, seperti itukah mahasiswa jaman sekarang???

Untungnya semester ini, biaya untuk SP dinaiikan menjadi 750rb dengan max 10SKS. Efeknya lumayan bagus, mahasiswa tak lagi mengentengkan karena masih ada SP, mereka sekarang berpikir 2x, karena biaya SP yangcukup mahal itu. Dan efeknya yang lain, akan semakin banyak mahasiswa yang akan minta perbaikan nilai, berharap kebaikan hati dosennya.

Mungkin beberapa dosen, akan memberikan kesempatan untuk perbaikan nilai, nilai akhir ditunjukkan, dan yang masih jelek diberi kesempatan perbaikan nilai. Tapi untuk mata kuliah yang saya ampu, TIDAK akan ada perbaikan nilai, yang ada, silahkan mensetting nilaimu supaya baik. Di waktu-waktu tertentu, ane akan menunjukkan nilai mahasiswa, dan silahkan dilihat nilainya masing-masing, dan silahkan diperhitungkan, untuk tugas/ujian selanjutnya kalian bisa memperkirakan berapa nilai yang harus kalian capai supaya nilai kalian bagus. Saya tidak akan melihat niat (yang terlihat) baik dari mahasiswa setelah nilai kuliah, kalau memang punya niat baik, silahkan tunjukkan di awal perkuliahan. Niat itu diawal, bukan di akhir.
Oleh Sambat,
Seng Penting Sumbut
"Oleh sambat, seng penting sumbut"  kalimat itu yang selalu ane tekankan pada mahasiswa, boleh mengeluh, tapi harus sesuai dengan diri mereka, kalau memang kalian merasa tidak pantas mendapatkan nilai itu, saya tidak menutup pintu untuk kalian mengkonfirmasi nilai kepada ane, karena mungkin saja kesalahan memang ada pada ane. Tapi kalau memang kalian memang pantas mendapatkan nilai itu, saya berharap kalian dengan besar hati menerimanya, itu konsekuensi yang harus kalian dapat atas kinerja kalian selama 1 semester. Jadi silahkan "sambat" kepada saya, tapi apa yang kalian "sambat"kan harus kalian barengi dengan kemampuan/kinerja kalian juga.

"Dosen punya otonomi khusus untuk menentukan kebijakan di kelasnya"

kalimat itu yang diutarakan Pak Rektor saat rapat, jadi saya punya hak untuk menentukan bagaimana proses atau aturan perkuliaan untuk mata kuliah yang saya ampu. Kalau memang tidak berkenan, silahkan pindah kelas, atau request dosen lain. (^_^)v

 
Copyright © 2013. DoseNDeso - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website